Tampilkan postingan dengan label Dronjong Kendalsari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dronjong Kendalsari. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 April 2013

Dronjong


Dronjong, mendengar kata Dronjong saya jadi teringat oleh Seorang Guru wanita yang dulu mengajar saya di  kelas 3 SD Negeri Kendalsari 5. 
Namanya bu Yanti, perawakannya kecil sehingga kalau bergerak gesit dan lincah. 
Yang masih menjadi kenangan bagi saya sampai sekarang adalah beliau memiliki tulisan tangan yang sangat indah. Saking indahnya tulisan tangan beliau menjadikan saya dan teman-teman terinspirasi memiliki tulisan seperti beliau. Saat diajar beliau pelajaran yang paling saya dan teman-teman sukai adalah Bahasa Indonesia, karena Bu Yanti akan menulis apa yang diajarkan di papan tulis. Waktu itu menulis di papan tulis masih menggunakan kapur, sehingga terkadang tangan mungil beliau putih oleh kapur yang beliau gunakan untuk menulis.
Melihat gemulai tangan mungil beliau saat mencoretkan kapur di papan tulis huruf demi huruf memotivasi saya memiliki coretan yang indah seperti beliau. Akhirnya saya menyukai menulis tulisan tegak bersambung di buku khusus menulis tulisan tegak bersambung tentunya. Hasilnya tulisanku walaupun tidak tergolong indah tetapi ya lumayan bagus lah.
Saya sangat berterima kasih kepada beliau yang sudah menginspirasi muridnya untuk memiliki tulisan yang indah, itulah makanya mendengar kata Dronjong, saya menjadi teringat dengan beliau sebab beliau dulu tingal di Dusun Dronjong Desa Kendalsari Petarukan Pemalang. Kalau tidak salah ingat rumah beliau dekat dengan tugu di Dusun Dronjong.
Adapun dusun Dronjong merupakan wilayah bagian selatan desa Kendalsari Petarukan Pemalang. yang berbatasan dengan Desa Tegalsari Barat atau Sumur Munding dan Tegalsari Timur atau Babadan.
Dusun Dronjong merupakan dusun Agraris karena sebagian besar penduduknya kebanyakan petani padi dan  wilayah pertanian lebih luas dibanding dengan wilayah untuk perumahan penduduk.
Dronjong merupakan lumbung padi bagi Desa Kendalsari.
Yang menarik adalah walaupun berstatus dusun tetapi dusun ini memiliki areal pemakaman tersendiri bagi warganya. Kalau di Desa Kendalsari itu sendiri memiliki 3 tempat areal pekuburan yaitu di Dusun Dronjong, Dusun Tempuhan dan di Dusun Kendalsari.
Selain itu desa Dronjong memiliki Tugu yang menjadi kebanggaan bagi warganya.
Untuk menempuh ke Dusun Dronjong teman-teman bisa dari berbagai arah koq :
  1. Dari arah Barat, dari Banjardawa Pemalang ikuti saja jalan Kabupaten, teman-teman nantinya akan sampai di Pasar Gondang. Lebih kurang 1 Km teman-teman akan menjumpai jembatan sukender sungai Comal disebelah kanan. Teman-teman menyeberang jembatan setelah itu ikuti jalan Desa yang di kanan kirinya adalah areal persawahan kurang lebih 2 Km. Nah... nantinya akan sampai di Tugu Dusun Dronjong yang cukup terkenal di Dusun Dronjong.
  2. Dari arah Utara dari Desa Karangasem Petarukan Pemalang, teman-teman ikuti saja jalan yang sudah di hotmix, setelah sampai di pertigaan teman-teman menyeberang jembatan sekunder kali comal. Lebih kurang 2 Km lagi setelah menempuh jalan desa yang di kanan kirinya masih arel persawahan maka teman-teman akan sampai di Dusun Dronjong.
  3. Dari arah Timur, teman-teman melalui dusun Babadan Desa Tegalsari Timur lurus saja ke arah Barat.
  4. Dari arah Selatan, teman-teman melaui Desa Tegalsari Barat atau Sumur Munding lurus saja ke arah utara.
So.... teman-teman tertarik mengunjungi Dusun Dronjong Kendalsari Petarukan?
Dronjong
Dronjong

Kamis, 04 April 2013

Dronjong Kendalsari Petarukan

Dronjong Kendalsari Petarukan
Mbok Bilih Sampeyan sudah mencicipi lezatnya masakan warung mak Nya nyem yang terletak di   Sikuang Kendalsari Petarukan, teletak sebelah Selatan sekitar 50.000 cm atau 5.000 dcm atau tepatnya 500 meter dari warung mak Nya nyem Sikuang Kendalsari Pemalang, Sampeyan akan menjumpai Perdukuhan dengan bangunan-bangunan rumah yang cukup modern.
30 tahun yang silam sewaktu Nyong masih bersekolah di SD Negeri 5 Kendalsari dukuh Dronjong Kendalsari Petarukan adalah dukuh yang terpencil. Untuk menempuhnya kita kudu berjalan kaki, sebab Nyong jamin kalo Sampeyan memakai sepeda ke dukuh 
Dronjong Kendalsari Petarukan maka roda sepeda sampeyan tidak bisa bergerak. Hal ini disebabkan oleh roda sepeda sampeyan terjebak di jalan yang licin dan becek.
Era tahun 1990-an tidak sedikit (alias banyak) pemuda 
Dronjong Kendalsari Petarukan  merantau ke Jakarta. Sebagian besar pemudanya sich bekerja di sektor informal yaitu Tukang Nasi Goreng,
Saat sebelem Krismon tahun 1998-an Nasi goreng merupakan menu andalan di kota Jakarta sebab harga Nasi goreng sangat terjangkau masyarakat disebabkan oleh kestabilan harga beras yang diciptakan oleh Pemerintah waktu itu.
Tak ayal banyak pemuda Dronjong Kendalsari Petarukan yang sukses berdagang Nasi goreng di Jakarta.
Sehingga banyak rumah yang tadinya merupakan bangunan semi permanen di bangun permanen.
kondisi Jalan menuju 
Dronjong Kendalsari Petarukan  sekarang sudah berbeda, jalan desa yang sudah diaspal, walaupun disana-sini banyak lubangnya.
Monggo Mas dikunjung Dukuh ini atau kalo tidak sempet ya........................
Monggo Nyruput Teh yang Nasgitel dulu
Manfaat Teh

DRONJONG Share

Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites